METODOLOGI PELAKSANAAN Pondasi Bored Pile


METODOLOGI PELAKSANAAN
Pondasi Bored Pile

   1.   Pondasi Bored Pile di Laut.

Penggunaan bore pile disebabkan kedalaman dasar laut terhadap permukaan air laut normal berada diantara elevasi -18.261m sampai dengan -4.642m. Selain itu karena perhitungan free standing  yang tinggi jika menggunakan tiang pancang, maka penggunaan tiang pancang baja memerlukan jumlah yang banyak, sehingga pile cap menjadi sangat lebar.
Urutan pekerjaan yang dilakukan pada pekerjaan bored pile dimulai dengan instalasi steel casing, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan driving casing. Untuk lebih jelasnya, urutan pekerjaan tersebut dapat dilihat pada bagan alir berikut ini.

Struktur pondasi direncanakan untuk mampu menahan beban-beban yang bekerja baik itu beban tetap maupun beban sementara dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Pondasi bored pile didesain untuk pondasi tiang friksi dan end bearing. Data teknis pondasi bored pile disajikan pada Gambar dan Tabel dibawah ini.

 Material Bored Pile

1. Casing
Spesifikasi casing yang digunakan yaitu SS 400, JIS 311 ASTM A 252 Grade 2, dengan :
         -          Ã˜ Inner              =  1850 mm untuk bore pile Ø 1800 mm
         -          Ã˜ Outer              =  1890 mm
         -          Ã˜ Inner              =  2250 mm untuk bore pile Ø 2200 mm
         -          Ã˜ Outer              =  2290 mm

Tujuan digunakannya casing yang lebih besar dari diameter bore pile adalah untuk memberikan ruang dan toleransi (10cm) bagi mesin bor pada waktu drilling. Sedangkan alat driving yang digunakan adalah Drop Hammer.
     Terdapat dua tipe casing yaitu spiral welded dan casing biasa. Untuk casing dengan jenis spiral welded dianggap mempunyai ukuran yang presisi. Untuk kegiatan pengiriman casing digunakan kendaraan boogie (kendaraan jenis truk) dan pontoon.
     Fabrikasi steel casing dapat berupa pipa baja yang memutar atau sambungan las lurus. Kekuatan tarik dari sambungan las tidak boleh kurang dari kekuatan material baja. Tidak boleh ada kebocoran.
Setiap steel casing dipasang liftinghook yang berfungsi sebagai pegangan casing pada pilling barge pada saat kegiatan driving casing. Lifting hook ini mempunyai elevasi – 0.624 m dari top casing.
     Pemasangan lifting hook dengan arah yang benar sangat penting, karena arah pemasangan lifting hook nantinya akan berpengaruh pada desain bottom plate pile cap formwork. Sedangkan desain pile cap formwork sendiri selain memerlukan data arah lifting hook yang terpasang pada steel casing juga memerlukan data koordinat-koordinat gradient casing yang telah terpasang, yang juga diperlukan dalam proses desain bottom plate cap formwork.
Untuk menghindari kesulitan dalam mengetahui posisi lifting hook yang berada di bawah permukaan air laut setelah dilakukan driving steel casing, maka posisi lifting hook diberi tanda pada top casing atau berupa tanda lain yang terlihat secara kasat mata.

   
2.    Reinforcement (Besi Beton)
Jenis besi yang digunakan adalah :
·         Ø 8 – 16 mm (polos)
·         Ø10 dan 32 mm (ulir)
·         §  Ã˜16 – 25 mm (ulir)
·         §  Ã˜13 dan 29 mm (ulir)
Spesifikasi menggunakan standart SII 0136-84/ SNI 07-2052-1990
·         §  Ã˜10 – 25 mm (ulir)
·         §  Ã˜8 dan 25 mm (polos)
Spesifikasi menggunakan BJPT-24 (polos), BJTS 40/BJTS 50 (ulir)

3.    Beton K 300
Material yang digunakan untuk tipe struktur Under Water Concrete ini terdiri dari :
-         Semen Gresik
-         Pasir
-         Aggregat pecah
-         Air
-         Additive (fly ash)
-         Chemical additive (Sika VZ) sebagai retarder
-         Sika LN sebagai superplastisizer

Tabel 2 Mix Properti
No
Mix Properti
Hasil Lab
Spesifikasi
1
Bleeding
2.80%
max 20%
2
Segresi
5.06%
max 10%
3
Rasio Air Semen
0.42
4
Permeabilitas
>59
min S8
5
Sika VZ Retarder
0.30%
6
Sika LN Plastisizer
1.20%
7
Setting Time
Initial
24.5
Final
30
7 hari
25.44
8
Kuat Tekan (Mpa)
14 hari
37.81
28 hari
48.72
>30 Mpa
9
Slump (mm)
23
10
Slump flow (mm)
49
11
Semen
350
kg/m3
12
Fly Ash
87.5
kg/m3
13
Sand
893.3
kg/m3
14
Aggregat 10-20
721.2
kg/m3
15
Aggregat 5-10
179.7
kg/m3
16
Air
183.15
kg/m3

4.    Semen
     Semen yang digunakan adalah semen yaitu jenis  tipe I yang didalamnya mengandung bahan silica amorf.  Keberadaan bahan tersebut mampu mengurangi atau menghilangkan efek calcium hidroksida sehingga produksi hidrasi akan lebih padat, lebih kedap terhadap air dan tahan terhadap sulfat.

5.    Fly Ash
Fly ash (abu terbang) adalah salah satu jenis mineral additive dalam beton yang diperoleh dari hasil sisa pembakaran batu bara. Fly ash secara umum dipakai sebagai cementitious maupun sebagai bahan pozolan dalam Portland semen. Pemakai fly ash ini semakin popular karena dapat memperbaiki sifat-sifat beton (ACI 232.2R)
Beberapa kelebihan campuran beton dengan fly ash memiliki antara lain :
·      Menambah tingkat kemudahan pengerjaan
·      Mengurangi bleeding
·      Mempermudah pemompaan
·      Kuat tekan lebih tinggi pada umur lama
·      Mengurangi kenaikan temperatur beton
·      Tahan terhadap korosi dan permeability
·      Tahan terhadap sulfat

6.    Admixture
     Beton K 300 untuk bored pile Jembatan  menggunakan admixture :
 Sikament LN
Merupakan agen “High Range Water Reducing” atau penurun kadar air tinggi yang efektif dan merupakan superplastizer untuk mempercepat proses pengerasan beton dengan workability tinggi. Sikament LN ini adalah formula yang khusus digunakan untuk elemen beton precast, yaitu untuk memenuhi permintaan pembongkaran formwork secara cepat agar memperoleh kekuatan beton lebih cepat.
Keuntungan menggunakan LN adalah dapat mengurangi kandungan air sampai sampai 20% yang dapat meningkatkan kuat tekan beton dalam 28 hari dan meningkatkan kekedapan beton terhadap air. Prosentase penggunaan LN adalah 0.6% - 1.5% dari berat semen. 

·      Plastiment VZ
Plastiment VZ yang merupakan “Water Reducing and Set Retarding” atau penurun kadar air dengan efek memperlambat pengerasan beton.

Keuntungan pemakaian VZ ini adalah :
-          Meningkatkan setting time beton
-          Meningkatkan workabilitas tanpa meningkatkan kadar air
-          Meningkatkan kuat tekan beton
-          Tidak merusak tulangan

Peralatan Bored Pile

1.Pontoon Batching Plan
Ukuran masing-masing poonton batching plan yang digunakan untuk kegiatan concreting akan disebutkan pada tabel berikut ini

Tabel 3. Ukuran Batching Plan
Pontoon BP
Ukuran (ft)
BP 1
230
BP 2
210
BP 3
180
BP 4
210



Comments

Post a Comment

Silahakan berkomentar sesuai dengan topik pembahasan

Popular posts from this blog

Jaco island - Timor Leste

Laporan Kerja Praktek